Text
Yogya Masa Datang Impian-Impian Wartawan Sepuh
Buku ini berisi tentang impian-impian yang inspiratif, Yoyakarta benteng budaya dan bahasa Jawa, Yogyakarta kota ramah difabel, jangan sekedar jadi slogan, bermimpi Yogyakarta ramah lalu lintas, kompleks ilmu Yogya, Yogya health tourism, kapan?, mencegah "kiamat" melalui kecerdasan dan kebersamaan, sepak bola DIY bermasa depan jika pengelola profesional, Yogyakarta : menuju kampung dan kota literasi, Malioboro untuk pejalan kaki, masa depan Yogya : baru Klinthing, salah satu pintu merapi,masih ada ruang amankah bagi pesepeda di kota Yogyakarta?, Yogya masa datang, Yogya di masa akan datang jangan diuthak-athik, Yogya, gudangnya enterpreneur kreatif, Yogya istimewa wujud nyata semangat kemakmuran, Yogya ora didol (Yoya tidak dijual), Yogya yang ramah, anak kos betah, Yogyakarta membutuhkan perindang, antara Parijiyo dan Dodo : dilema menjaga marwah warga asli, tiga pilihan orientasi menumbuhkan Yogya, kreativitas Yogya destinasi wisata, Yogya kota budaya, perlu gedung konser, memberi ruang pejalan kaki di Yogya, Yogya tanpa Yogya, rerasan wong cilik penggelisahan keadaan, kantong rezeki pinggiran Yogya, kota Karta : kota pawiyatan budaya, Yogya tanpa koran, Yogyakarta perlu memiliki fasilitas pelayanan dan pengobatan tuberkolosis, Yogyakarta tanpa sampah visual, Yogyakarta, sebagai museum peradapan, klithih kejahatan jalanan makin menghantui, Yogyakarta tak terbatas, berwisata dan berperahu di kali code, Yogyakarta kota buku
Tidak tersedia versi lain