Bukun ini berisi tentang sekilas tentang situs Sangiran dan penyelamatan fosil, bentuk-bentuk penyelamatan temuan di situs Sangiran, stratigrafi dan konteks temuan
Buku ini berisi tentang potensi kekayaan alam dan budaya situs Sangiran, cerita legenda Balung Buto di situs Sangiran, kesenian tradisional pelestari nilai tradisi, kerjinan di kawasan situs, rumah tradisional sekitar situs Sangiran, kerupuk karak sebagai produksi makanan khas, konveksi penggerak ekonomi warga, upacara tradisional
Buku ini berisi tentang rona peradaban Liyangan kuno, pengalaman panjang membangun peradaban, situs Liyangan dan bhumi Mataram
Buku ini berisi tentang berangkat dari Liyangan, potret dusun Liyangan, berselancar ke Liyangan djaman doeloe, masa depan itu tergantung hari ini
Buku ini berisi tentang menguak tabir kehidupan gua prasejarah, menguak tabir kehidupan religi megalitik, menguak tabir krhidupan sejarah dan masa kini
Buku ini berisi tentang homo sapiens menaklukkan dunia, homo sapiens memberi makna bagi dunia, homo sapiens kehilangan kendali
Buku ini berisi tentang teka-teki peradapan, peta administrasi desa Girimoyo, peta lokasi bukti tinggalan peradapan masa lalu, peta kondisi lingkungan sekitar cagar budaya, lokasi 1 Watu Banteng, lokasi 2Petren Genengan, lokasi 3 Tegal Boto, peta akses masuk menuju likaos cagar budaya, keterangan warga sekitar cagar budaya, indetifikasi peradapan masa lalu, peta interaksi cagar budaya
Buku ini membahas tentang Sangiran tampil kepanggung sejarah, Di Grogolan wetan tonil 700.000 tahun silam itu digemakan lagi, suatu saat disepanjang kali Pucung, situs Semedo terpisah dibagian Barat Jawa Tengah, ketidakpastian bocah Mojokerto, pesona Bengawan Solo, Patiayam dan Kedungbrubus, ketika sebuah tengkorak direkontruksi menjadi sebuah figur utuh, lahirnya kembali museum purba Sangiran
Buku ini berisi tentang fosil-fosil hewan
Buku ini membahas tentang berlalunya sang maestro homo erectus, hadirnya manusia modern, manusia diakhir kala pletosen, benua atlantis yang hilang, era baru paro pertama kala holosen, arus genetik mongolid segera menyapu kawasan dua samudra