Buku ini membahas masa awal kerajaan di Tatar Sunda: Tarumanagara, sketsa kehidupan keagamaan Sunda Kuna, Kepurbakalaan di Tatar Sunda Selatan, permukiman Kuna di Bogor, bangunan suci dalam masa kerajaan Sunda, tinjauan terhadap Serat Dewabuda, agama dan masyarakat dalam masa kerajaan Sunda.
Buku ini membahas tentang sebelum kereta api, prospek pelabuhan dan kebijakan pemerintah Batavia 1830-1886, sesudah pembukaan kereta , masa puncak pelabuhan, depresi dan pelabuhan Cilacap 1930-1940, pertumbuhan dan perkembangan kota Cilacap, kota pelabuhan Cilacap menjelang perang pasifik.
Buku ini berisi tentang sumpah pemuda dan momentum kelahiran Indonesia Raya, Riwayat Hidup W.R.Supratman, Indonesia Raya Tiga Stanza, Lagu kebangsaan dan Nasionalisme, potongan UU Nomor 24 Tahun 2009, peraturan pemerintah nomor 44 tahun 1958, Tentang Gita Bahana Nusantara
Buku ini membahas tentang politik nasional dan ibu kota, Jakarta Setelah kemerdekaan, Batavia dan Simbolisasi urban, Mercusuar dunia
Buku ini berisi tentang letak geografis Mojokerto, pembangunan Majapahit R. Wijaya berlangsung, Ma Huan seorang ulama Islam, Dikaitkan dengan ibukota Majapahit
Buku ini berisi tentang cerita di balik Balai Kota, Cagar Budaya, garis-garis arsitettur, Nilai sejarah dan peristiwa, potret Balai Kota Kini
Buku ini berisi tentang Mojokerto dalam perspektif sejarah, kehidupan masyarakat Mojokerto menghadapi dinamika perubahan,
Bukunini berisi tentang selayang pandang Kabupaten Tuban, sejarah para Bupati di Negeri Tuban, sejarah pemerintahan Tuban, perpindahan pusat pemerintahan Tuban, Tuban era otonomi daerah
Bukun ini berisi tentang selayang pandang Kabupaten Tuban, sejarah para Bupati di negeri Tuban, sejarah pemerintahan Tuban, perpindahan pusat pemerintahan Tuban, Tuban pada era otonomi daerah
Buku ini berisi tentang latar belakang sejarah masa akhir Majapahit, masa Kesultanan Demak, pokok-poko pikiran hari jadi Bangkalan, tinjauan pandangan Javanologi tentang Candra Sangkala, pandangan Madurologi tentang Candra Sangkala, analisakriteria hari jadi masa kerja pemerintahan Panembahan Lemah duwur