Buku ini membahas tentang Deskripsi daerah penelitian, Potensi kawasan Situs Sangiran sebagai objek tujuan wisata, kajian sosial budaya ekonomi masyarakat Sangiran, Relasi masyarakat dan sumberdaya Situs Sangiran
Buku ini membahas tentang deskripsi daerah penelitian, Potensi kawasan Situs Sangiran sebagai objek tujuan wisata, Relasi masyarakat dan sumberdaya Situs Sangiran
Buku ini membahas tentang masa muda sang maestro ,kehidupan keluarganya dan pendidikan seni, penngabdian sang maestro pada keraton dan raja beserta karyanya, jatuh untuk bangkit: R.M.Jayadipura dan keberlanjutan pengembangan kesenian Jawa, kolaborasi dengan seniman dan akademisi Jawa hingga akhir hayat.
Buku ini berisi tentang masa muda sang maestro, kehidupan keluarganya dan pendidikan seni, pengabdian sang maestro pada keraton dan raja beserta karyannya,jatuh untuk bangkit :R.M. Jayadipura dan keberlanjutan pengembangan kesenian Jawa, kolaborasi dengan seniman dan akademisi Jawa hingga akhir hayat.
Buku ini membahas tentang gambaran umum Desa Semangkon, perahu tradisional Ijon-Ijon.
Buku ini membahas tentang Kabupaten Nganjuk selayang pandang, hari jadi Nganjuk, bangunan kuno, benda purbakala dan monumen sejarah, obyek wisata , upacara tradisional dan kesenian khas Nganjuk.
Buku ini berisi tentang Kabupaten Nganjuk selayang pandang, hari jadi Nganjuk, Nganjuk dalam lintasan sejarah Nasional, sekilas sejarah pemerintahan Kabupaten Nganjuk, urutan pajabat Bupati, bangunan kuno, benda purbakala dan monumen sejarah, obyek wisata, upacara tradisional dan kesenian khas Nganjuk.
Buku ini berisi tentang dari kemerdekaan sampai agresi militer belanda II, aktivitas A.H. Nasution di kepurun, klaten, aktivitas gerilya A.H. Nasution di bor, kulonprogo, penarikan tentara belanda dan kembalinya ibukota Republik Indonesia ke yogyakarta
aktivitas A.H. Nasution di Boro, Kulonprogo, penarikan tentara Belanda dan kembalinya Ibukota Republik Indonesia di Yogyakarta
Buku ini berisi dari kemerdekaan sampai agresi militer Belanda II, aktivitas A.H. Nasution di Boro Kulonprogo, penarikan tentara Belanda dan kembalinya Ibukota republik Indonesia ke Yogyakarta